Sejarah Lagu "Yesus Kawan Yang Sejati" -What a Friend we have in Jesus

Body: 

Sejarah dan Kisah di balik Lagu "Yesus Kawan Yang Sejati" (What a Friend we have in Jesus)

Lirik Lagu "Yesus Kawan Yang Sejati" (What a Friend we have in Jesus), aslinya berbentuk puisi yang ditulis Joseph Medlicott Scriven, seorang perantau dari Irlandia yang bermigrasi ke Canada.

Pada tahun 1855, Joseph Scriven menerima kabar bahwa ibunya di Irlandia sakit berat. Joseph saat itu tidak dapat membeli tiket untuk pulang ke Irlandia menjenguk ibunya dan dia memutuskan menulis lalu mengirim puisi dengan judul "Pray Without Ceasing".

Beberapa waktu kemudian, naskah puisi tersebut dibuatkan lagu dan menjadi lagu pujian kristiani yang sangat populer dan memberkati banyak orang.

Lirik Lagu Yesus Kawan Yang Sejati

(1)Yesus kawan yang sejati, bagi kita yang lemah.
Tiap hal boleh dibawa dalam doa padaNya.
O, betapa kita susah dan percuma berlelah,
bila kurang pasrah diri dalam doa padaNya.

(2)Jika oleh pencobaan kacau-balau hidupmu,
jangan kau berputus asa; pada Tuhan berseru!
Yesus Kawan yang setia, tidak ada taraNya.
Ia tahu kelemahanmu; naikkan doa padaNya!

(3)Adakah hatimu sarat, jiwa-ragamu lelah?
Yesuslah Penolong kita; naikkan doa padaNya!
Biar kawan lain menghilang, Yesus Kawan yang baka.
Ia mau menghibur kita atas doa padaNya.

(versi Terjemahan Yamuger, 1975)

Lirik Lagu "What a Friend we have in Jesus" (Lagu "Yesus Kawan Yang Sejati" versi bahasa Inggris)

What a friend we have in Jesus, All our sins and griefs to bear!
What a privilege to carry, Everything to God in prayer!
Oh, what peace we often forfeit, Oh, what needless pain we bear,
All because we do not carry, Everything to God in prayer!

Have we trials and temptations? Is there trouble anywhere?
We should never be discouraged - Take it to the Lord in prayer.
Can we find a friend so faithful, Who will all our sorrows share?
Jesus knows our every weakness; Take it to the Lord in prayer.

Are we weak and heavy-laden, Cumbered with a load of care?
Precious Savior, still our refuge — Take it to the Lord in prayer.
Do thy friends despise, forsake thee? Take it to the Lord in prayer!
In His arms He’ll take and shield thee, Thou wilt find a solace there.

Blessed Savior, Thou hast promised, Thou wilt all our burdens bear;
May we ever, Lord, be bringing All to Thee in earnest prayer.
Soon in glory bright, unclouded, There will be no need for prayer—
Rapture, praise, and endless worship Will be our sweet portion there.

Kisah Hidup Joseph Medlicott Scriven, pencipta lagu Yesus Kawan Yang Sejati

Lahir di Banbridge, County Down, Irlandia pada tanggal 10 September 1819 dan diberi nama Joseph Medlicott Scriven. (Beberapa referensi menuliskan Joseph lahir pada 1820).
Joseph Scriven lahir di keluarga yang cukup berada sehingga ia mendapat pendidikan yang baik. Ayahnya bernama Kapten John Criven dan ibunya Jane Medlicott.

Joseph Scriven lulus dari Trinity College di Dublin dengan gelar BA pada tahun 1842.

Ia berencana menikah pada tahun 1845, namun kecelakaan tragis menimpa tunangannya pada malam sebelum hari pernikahan mereka. Tunangannya, seorang gadis Irlandia yang cantik terjatuh dari kuda ketika melintasi jembatan dan tenggelam dan meninggal di sungai Bann.

Joseph bergabung dengan salah satu sub-aliran agama kristen Anglican bernama ‘Plymounth Brethern’ yang baru saja terbentuk di Dublin, Irlandia. Namun keluarganya tidak setuju dengan pilihan Joseph tersebut.

Joseph tiba di Canada pertama kali pada 1945 dengan kapal Perseverance. Beberapa bulan kemudian ketika berada di Woodstock, Ontario, dia sakit keras lalu kembali ke Irlandia.

Pada tahun 1946, dalam sebuah perjalanan ke Timur Tengah sebagai pengajar di keluarga Bartley, Joseph menemukan inspirasi atau pencerahan saat di perjalanan yang dibaratkan seperti Saulus dipanggil Tuhan. Saat itu, dia menyelesaikan baris pertama "What a Friend we have in Jesus", dan draft dari tulisan yang kemudian menjadi puisi 'Pray Without Ceasing.'

Saat kembali ke kepulauan Britania (British Isles), Joseph pergi ke England dan tinggal di Plymouth lalu jatuh cinta pada Miss Falconer, namun seseorang merebut gadis itu daripadanya. Namun demikian, mereka tetap berteman baik, dan bepergian bersama saat Joseph kembali lagi ke Canada pada 1847.

Joseph Scriven bekerja sebagai seorang guru tutor dan pengajar awam di daerah Woodstock dan Clinton dimana kelompok Plymouth Brethren telah dibentuk.

Pada 1850, dia menjadi guru tutor di keluarga Robert Lamport Pengelley yang tinggal di Bailieboro, Ontario dan tinggal bersama keluarga Pengelley hingga 5 tahun kemudian. Ketika itu, dia berkenalan denagan Eliza Catherine Roche, keponakan dari Pengelley yang 17 tahun lebih muda.

Pada tahun 1855, Joseph Scriven menerima kabar bahwa ibunya di Irlandia sakit berat. Joseph saat itu tidak dapat membeli tiket untuk pulang ke Irlandia menjenguk ibunya dan dia memutuskan menulis lalu mengirim puisi dengan judul "Pray Without Ceasing".

Pada tahun 1857 dia pindah ke Port Hope, Ontario dan di sana dia jatuh cinta sekali lagi.

Pada 1959, dia bertunangan dengan Catherine Roche tetapi pada tahun berikutnya, tepatnya pada 6 Agustus 1960 gadis tunangannya itu meninggal dunia karena penyakit radang paru-paru pneumonia.

Selanjutnya, Joseph Scriven menjadi sosok yang terkenal di Port Hope. Pria berbadan besar dengan rambut putih yang lebat dan janggut yang semuanya putih. Dia membawa gergaji kayu untuk membantu secara sukarela siapa saja yang tidak mampu memotong kayu sendiri. Dia juga membaya uang untuk membayar seseorang untuk membantu melakukan hal itu baginya, namun dia tidak akan memotong kayu untuk diupah.

Joseph Scriven juga memberitakan injil dimanapun dia menemukan orang berkumpul termasuk di sudut-sudut jalan di Port Hope, MillBrook, atau Bewdley. Dia tetap memberitakan injil sekalipun ditolak, dilempari dengan buah dan sayur, bahkan ditangkap. Dia juga menyerahkan uang dan sebagian besar hartanya dan bekerja untuk membantu orang-orang yang miskin melarat.

Pada tahun 1869, dia menerbitkan koleksi 115 pujian tetapi tidak termasuk puisi "What a Friend" yang pernah dikirim untuk ibunya.

Pada tahun 1884, Joseph Scriven kembali diundang ke keluarga Pengelleys untuk menjadi pengajar tutor untuk keempat anaknya.

Tahun-tahun terakhir dalam hidup Joseph Scriven terganggu dengan kesehatan yang memburuk, keuangan yang minim dan juga depresi.

Pada suatu malam tanggal 10 August 1886, dalam keadaan sakit keras saat tinggal menumpang di rumah temannya, Joseph pergi meninggalkan rumah itu saat temannya tersebut sedang keluar dari kamarnya untuk beberapa saat saja. Jasadnya kemudian ditemukan sudah menjadi mayat di sungai, tidak jauh dari rumah tersebut.